portoin ↗Semua panduan

PANDUAN PORTOIN

Struktur Studi Kasus Portofolio UI/UX yang Bisa Diikuti

Studi kasus UI/UX menunjukkan hubungan kebutuhan pengguna, keputusan desain, serta evaluasi. Layar yang menarik perlu disertai konteks yang akurat.

Alur panduan: Masalah, kemudian Keputusan, kemudian Evaluasi
Alur panduan: Masalah, kemudian Keputusan, kemudian Evaluasi

Jelaskan masalah sebelum layar

Mulai dengan pengguna, kebutuhan, dan ruang lingkup. Bedakan temuan penelitian dari asumsi. Sebutkan apakah pekerjaan nyata, latihan, atau redesign mandiri. Pembaca membutuhkan konteks sebelum menilai antarmuka.

Jangan mengklaim wawancara pengguna jika hanya melakukan telaah pribadi. Untuk redesign mandiri, tulis batas akses data. Rumuskan pertanyaan desain lalu kaitkan layar dengan kebutuhan tersebut.

Tampilkan alasan keputusan

Pilih keputusan utama, alur, dan alternatif yang memengaruhi hasil. Wireframe atau catatan berguna jika membantu cerita. Artefak penelitian tidak perlu dimasukkan hanya untuk memperpanjang halaman.

Contoh: perubahan urutan formulir untuk menunda pertanyaan yang belum relevan. Sertakan perbandingan alur. Jika belum diuji, sebut sebagai hipotesis desain, bukan peningkatan yang telah terbukti.

Tutup dengan evaluasi serta peran

Jelaskan metode, temuan, dan revisi jika ada. Angka mengikuti hasil pengujian. Tulis kontribusi dalam tim dan pelajaran untuk pekerjaan berikutnya. Hindari klaim dampak bisnis tanpa bukti.

Gunakan sampul Portoin untuk hasil utama, galeri untuk proses, dan link prototipe jika dapat dibagikan. Pada PDF, pisahkan masalah, proses, dan hasil agar pembaca tidak perlu memperbesar teks kecil.