portoin ↗Semua panduan

PANDUAN PORTOIN

Portofolio Web Developer: Demo, Kode, dan Keputusan Teknis

Portofolio developer perlu menerangkan fungsi aplikasi, kontribusi pribadi, dan keputusan teknis. Demo serta kode membantu jika aman dan dapat diakses.

Alur panduan: Demo, kemudian Arsitektur, kemudian Bukti kode
Alur panduan: Demo, kemudian Arsitektur, kemudian Bukti kode

Tampilkan aplikasi yang dapat dicoba

Jelaskan fungsi, pengguna, dan fitur yang dibangun. Jangan memakai akun administrator produksi sebagai demo publik. Jika perlu, siapkan data contoh yang tidak memuat informasi pribadi.

Untuk aplikasi yang tidak aktif, gunakan video atau screenshot dengan status yang jelas. Bedakan prototype, tugas kuliah, dan aplikasi yang pernah digunakan orang. Daftar teknologi saja belum menjelaskan kemampuan Anda.

Jelaskan keputusan arsitektur

Pilih keputusan yang memengaruhi hasil: model data, autentikasi, caching, aksesibilitas, atau pengujian. Tuliskan alasan serta batasannya. Diagram dapat menerangkan frontend, backend, database, dan layanan eksternal.

Jika menyebut optimasi, sertakan kondisi serta metode pengukuran. Pemakaian cloud tidak otomatis membuktikan skalabilitas. Ceritakan masalah konkret dan bagaimana perubahan diverifikasi.

Siapkan repositori yang terbaca

README menerangkan fungsi, cara menjalankan, konfigurasi contoh, dan status proyek. Jangan menyertakan API key atau password. Jika kode tidak boleh dipublikasikan, gunakan ringkasan kontribusi yang telah diizinkan.

Isi peran, teknologi, demo, dan repositori pada proyek Portoin. Galeri dapat menunjukkan arsitektur dan antarmuka. Periksa tautan di CV dan website, termasuk akses demo dari ponsel.