PANDUAN PORTOIN
Portofolio Arsitektur di Portoin: Konteks, Gambar, dan Kontribusi
Portofolio arsitektur perlu menjelaskan hubungan antara kebutuhan ruang dan keputusan rancangan. Render menarik membantu, tetapi pembaca juga membutuhkan konteks, tahap proyek, dan kontribusi pribadi. Susun website Portoin agar gambar serta uraian bekerja bersama.
Jelaskan konteks proyek
Tulis fungsi bangunan, lokasi atau konteks tapak yang boleh dibagikan, serta tujuan rancangan. Sebutkan apakah proyek akademik, konsep, kompetisi, atau pekerjaan profesional. Jangan menampilkan konsep seolah-olah bangunan sudah selesai dibangun.
Jika bekerja bersama tim, jelaskan bagian yang ditangani: riset, pengembangan massa, gambar, visualisasi, atau dokumentasi. Pembaca membutuhkan batas kontribusi untuk menilai kemampuan yang benar-benar ditunjukkan.
Pilih gambar yang menjawab pertanyaan
Gunakan sampul untuk gambaran utama, lalu galeri untuk denah, potongan, detail, dan proses. Beri keterangan agar pembaca memahami fungsi setiap gambar. Diagram tanpa label sering sulit dipahami di layar kecil.
Periksa ukuran tulisan pada gambar, terutama skala atau legenda. Jika gambar teknis terlalu padat, gunakan cuplikan yang jelas dan jelaskan konteks. Hapus informasi proyek atau klien yang tidak boleh dipublikasikan.
Susun presentasi sesuai tujuan
Website dapat memuat studi kasus, sedangkan PDF membantu membahas rancangan secara berurutan. Pilih beberapa proyek dengan penjelasan yang kuat. CV merangkum pendidikan, pengalaman, dan peran tanpa mengulang seluruh galeri.
Sebelum publish, periksa keterbacaan gambar pada ponsel dan hasil PDF. Portofolio yang jelas tentang konteks serta tahap proyek lebih mudah dinilai daripada kumpulan render yang tidak menjelaskan proses.